![]() |
| Workshop Implementasi KMA 1503 Tahun 2025 di MA. Nurussalam Mubarok |
Rembang, 7 Januari 2026 - Madrasah Aliyah Nurussalam Mubarok menjadi pusat kegiatan peningkatan mutu pendidikan madrasah melalui penyelenggaraan "Workshop Implementasi KMA 1503 Tahun 2025" yang berlangsung pada Rabu, 7 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan MA Nurussalam Mubarok yang beralamat di Desa Narukan RT 05 RW 02, Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Workshop dimulai pada pukul 07.30 WIB dan berakhir pada pukul 11.30 WIB, diikuti dengan antusias oleh seluruh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum Madrasah Aliyah se-Kabupaten Rembang. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi madrasah dalam menyamakan persepsi dan memperkuat pemahaman terhadap kebijakan terbaru Kementerian Agama Republik Indonesia, khususnya terkait implementasi Kurikulum Merdeka yang diatur dalam KMA 1503 Tahun 2025.
Workshop ini menghadirkan narasumber, yakni Bapak Yadhi Nur Amin, M.Pd., yang saat ini menjabat sebagai Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum MAN 2 Rembang. Dengan pengalaman dan keahlian beliau di bidang pengembangan kurikulum madrasah, materi yang disampaikan dapat diterima dengan jelas, sistematis, dan aplikatif. Sejak sesi pembukaan, suasana kegiatan berlangsung kondusif dan interaktif. Para peserta tampak aktif menyimak, mencatat, serta terlibat dalam diskusi yang membahas berbagai tantangan dan peluang implementasi KMA 1503 Tahun 2025 di masing-masing madrasah. Kehadiran seluruh Waka Kurikulum MA se-Kabupaten Rembang menunjukkan komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas perencanaan dan pelaksanaan pendidikan di lingkungan madrasah.
Materi utama workshop berfokus pada perencanaan dan penyusunan kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler yang selaras dengan kebijakan KMA 1503 Tahun 2025. Dalam pemaparannya, Bapak Yadhi Nur Amin, M.Pd. menekankan bahwa ketiga komponen tersebut tidak dapat dipisahkan, melainkan harus dirancang secara terpadu agar mampu mendukung pencapaian kompetensi peserta didik secara utuh. Kegiatan intrakurikuler diposisikan sebagai fondasi akademik, sementara kokurikuler dan ekstrakurikuler berperan sebagai penguat karakter, keterampilan sosial, serta pengembangan minat dan bakat siswa. Perencanaan yang matang dan terstruktur dinilai menjadi kunci keberhasilan implementasi kurikulum madrasah yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan zaman.
![]() |
| Pemaparan materi oleh Bapak Yadhi Nur Amin, M.Pd., Waka. Bidang Kurikulum MAN 2 Rembang |
Salah satu poin penting yang dibahas dalam workshop ini adalah integrasi nilai-nilai agama dan kebangsaan dalam Kurikulum Merdeka sebagaimana diatur dalam KMA 1503 Tahun 2025. Madrasah, sebagai lembaga pendidikan berciri khas Islam, memiliki tanggung jawab besar dalam menanamkan nilai keimanan, ketakwaan, akhlak mulia, serta semangat kebangsaan kepada peserta didik. Narasumber menjelaskan bahwa integrasi nilai-nilai tersebut tidak hanya dituangkan dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam, tetapi juga harus terinternalisasi dalam seluruh aktivitas pembelajaran dan budaya madrasah. Dengan demikian, lulusan madrasah diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter religius, nasionalis, dan moderat.
Dalam konteks implementasi Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil'alamiin (P5RA), workshop ini membahas tema-tema spesifik yang relevan dengan karakter peserta didik madrasah, seperti “Kemandirian”, “Gotong Royong”, dan “Kewirausahaan”. Ketiga tema tersebut dipandang strategis dalam membentuk sikap tangguh, peduli terhadap sesama, serta memiliki jiwa kreatif dan produktif. Peserta workshop mendapatkan gambaran konkret mengenai perencanaan proyek P5 yang dapat disesuaikan dengan potensi lokal dan budaya madrasah. Selain itu, disampaikan pula contoh aktivitas kreatif seperti “7 KAIH” (Kebaikan Anak Indonesia Hebat) yang dirancang untuk menumbuhkan kebiasaan positif dan membangun karakter utuh siswa secara berkelanjutan.
![]() |
| Waka. Bidang Kurikulum MA Se-kabupaten Rembang |
Pembahasan mengenai penyusunan Kurikulum Madrasah (KM) menjadi bagian yang sangat mendapat perhatian peserta. Dalam sesi ini, narasumber menjelaskan langkah-langkah strategis dalam menyusun dokumen kurikulum yang tidak hanya memenuhi aspek administratif, tetapi juga mencerminkan visi, misi, dan kekhasan masing-masing madrasah. Integrasi kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler ke dalam KM diharapkan mampu menciptakan ekosistem pembelajaran yang holistik. Diskusi yang berlangsung menunjukkan adanya pertukaran gagasan dan praktik baik antar madrasah, sehingga workshop ini tidak hanya bersifat sosialisasi kebijakan, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi dan penguatan jejaring profesional antar Waka Kurikulum MA se-Kabupaten Rembang.
Secara keseluruhan, Workshop Implementasi KMA 1503 Tahun 2025 di MA Nurussalam Mubarok berjalan dengan lancar dan sesuai harapan. Kegiatan ini memberikan pemahaman yang komprehensif serta inspirasi bagi para peserta dalam mengembangkan kurikulum madrasah yang adaptif, kontekstual, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik. Para Waka Kurikulum diharapkan dapat mengimplementasikan hasil workshop ini di madrasah masing-masing secara optimal. Dengan sinergi yang kuat antara kebijakan, perencanaan kurikulum, dan pelaksanaan di lapangan, madrasah di Kabupaten Rembang diharapkan mampu melahirkan generasi pelajar yang beriman, berilmu, berkarakter Pancasila, serta siap menghadapi tantangan masa depan.
Tags:
BERITA


